Assalamu'alaykum wr. wb.
Diawali dengan kutipan dari satu artikel (Ketika saya membaca kembali Pidato Steve Jobs ketika acara WISUDA di Stanford University saya amat tertarik dengan bagian ketiga dari kisah hidupnya,yaitu tentang KEMATIAN…
Dia berkata “Tak ada orang yang ingin mati,bahkan orang yang ingin kesurgapun tak mau mati untuk pergi kesana,TAPI mati adalah takdir bagi kita semua” adalah kalimat yang sangat bijak dan penuh akan makna.)
Bismillahirrahmanirrahim..
Bersumber dari Koran TopSkor hari ini 15 Maret 2015 dengan judul "Menunda Maut Demi Laga Terakhir" mengingatkan kembali mengenai hal yang semakin mendekati diri kita, yaitu "kematian".
“Perbanyaklah mengingat penghancur segala kelezatan (dunia). Yakni kematian.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan An-Nasa’i)
...... Satu tanggal pun ditetapkan, tapi Lorre meminta sedikit penangguhan. Dia ingin untuk yang terakhir kalinya menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola. Ya, Lorre adalah fans fanatik Club Brugge. Dia memilih laga kandang di Stadion Jay Bredel melawan Muoscron pada Minggu (3/3) sebagai pertandingan yang dia saksikan terakhir kali dalam hidupnya. Di akun facebook, Lorre pun menuliskan status, " Ini adalah keinginan saya yang paling saya inginkan. ........
Terlepas dari siapa dan bagaimana latar belakang Lorre, berita ini cukup menegur kita.
1. Kapan ajal saya?
2. Apa yang terakhir saya lakukan sebelum ajal menjemput?
3. Sudah siapkah saya menyambut datangnya kematian?
4. Dalam keadaan seperti apakah Malaikat Izrail akan menjemput saya?
Empat dari banyak pertanyaan yang tidak mungkin bisa dijawab oleh manusia.
Lorre memilih menonton sebuah pertandingan sepak bola sebagai keinginan terakhirnya sebelum suntikan maut diterimanya.
Tentu kalian punya keinginan tersendiri jika mengetahui kapan maut akan manjemput.
Sesungguhnya muslim yang taat pasti menginginkan Khusnul Khatimah dan mengucapkan kalimat Syahadat diakhir hidupnya.
Dan untuk mencapai sebuah tujuan, pasti ada sebuah proses.
Pilihan proses ada pada kita sendiri yang akan menentukan apakah cita-cita Khusnul Khatimah itu akan dicapai.
Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya. (Al-'An`ām):134
Mari terus kita awali setiap langkah kita dengan Basmalah.
Sekian, semoga bermanfaat.
Wassalaamu'alaykum wr. wb.
Minggu, 15 Maret 2015
Minggu, 01 Maret 2015
I'm Leader and alone..
Gw bingung apa sebenernya pengertian dari seorang pemimpin..
Gw bingung dimana seharusnya posisi seorang pemimpin..
Gw bingung bagaimana seharusnya seorang pemimpin..
Gw bingung harus berbuat apa sebagai seorang pemimpim..
Gw yang sekarang diamanahkan menjadi seorang pemimpin sedang belajar memimpin..
Gw yang sekarang diamanahkan menjadi seorang pemimpin sedang diuji untuk memimpin..
Gw yang sekarang diamanahkan menjadi seorang pemimpin sedang memikul tanggung jawab berat..
Gw yang sekarang diamanahkan menjadi seorang pemimpin sedang menjalani fase hidup terberat..
Gw yang sekarang diamanahkan menjadi seorang pemimpin sedang berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik..
Saat gw menjadi seorang pemimpin sekarang, gw banyak berkorban..
Saat gw menjadi seorang pemimpin sekarang, gw banyak belajar tanggung jawab..
Saat gw menjadi seorang pemimpin sekarang, gw banyak belajar komunikasi dengan orang..
Saat gw menjadi seorang pemimpin sekarang, gw banyak bertemu orang dengan banyak karakter..
Saat gw menjadi seorang pemimpin sekarang, gw banyak menghabiskan waktu di kampus..
Ga gampang jadi seorang pemimpin, karena harus mengatur banyak orang..
Ga gampang jadi seorang pemimpin, karena harus mengatur semua kegiatan..
Ga gampang jadi seorang pemimpin, karena harus memahami banyak orang..
Ga gampang jadi seorang pemimpin, karena harus mengendalikan amarah..
Ga gampang jadi seorang pemimpin, karena harus lebih memprivasikan pikiran dan hati..
Banyak yang akan dihadapi seorang pemimpin, seperti pemimpin lain yang lebih berpengalaman..
Banyak yang akan dihadapi seorang pemimpin, seperti kritikan dari orang yang lebih berpengalaman..
Banyak yang akan dihadapi seorang pemimpin, seperti tekanan dari orang yang lebih berpengalaman..
Banyak yang akan dihadapi seorang pemimpin, seperti masalah internal bersama jajarannya..
Banyak yang akan dihadapi seorang pemimpin, seperti kegelisahan diri sendiri..
Gw bingung dimana seharusnya posisi seorang pemimpin..
Gw bingung bagaimana seharusnya seorang pemimpin..
Gw bingung harus berbuat apa sebagai seorang pemimpim..
Gw yang sekarang diamanahkan menjadi seorang pemimpin sedang belajar memimpin..
Gw yang sekarang diamanahkan menjadi seorang pemimpin sedang diuji untuk memimpin..
Gw yang sekarang diamanahkan menjadi seorang pemimpin sedang memikul tanggung jawab berat..
Gw yang sekarang diamanahkan menjadi seorang pemimpin sedang menjalani fase hidup terberat..
Gw yang sekarang diamanahkan menjadi seorang pemimpin sedang berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik..
Saat gw menjadi seorang pemimpin sekarang, gw banyak berkorban..
Saat gw menjadi seorang pemimpin sekarang, gw banyak belajar tanggung jawab..
Saat gw menjadi seorang pemimpin sekarang, gw banyak belajar komunikasi dengan orang..
Saat gw menjadi seorang pemimpin sekarang, gw banyak bertemu orang dengan banyak karakter..
Saat gw menjadi seorang pemimpin sekarang, gw banyak menghabiskan waktu di kampus..
Ga gampang jadi seorang pemimpin, karena harus mengatur banyak orang..
Ga gampang jadi seorang pemimpin, karena harus mengatur semua kegiatan..
Ga gampang jadi seorang pemimpin, karena harus memahami banyak orang..
Ga gampang jadi seorang pemimpin, karena harus mengendalikan amarah..
Ga gampang jadi seorang pemimpin, karena harus lebih memprivasikan pikiran dan hati..
Banyak yang akan dihadapi seorang pemimpin, seperti pemimpin lain yang lebih berpengalaman..
Banyak yang akan dihadapi seorang pemimpin, seperti kritikan dari orang yang lebih berpengalaman..
Banyak yang akan dihadapi seorang pemimpin, seperti tekanan dari orang yang lebih berpengalaman..
Banyak yang akan dihadapi seorang pemimpin, seperti masalah internal bersama jajarannya..
Banyak yang akan dihadapi seorang pemimpin, seperti kegelisahan diri sendiri..
PACARAN GA YA??? NGGA!!!!!
Maaf . . Maaf kalo judulnya agak seperti membentak..
P : Mmmmmm.. Pacaran kayaknya bukan satu hal yang harus banget sebelum menikah deh..
?? : Eits, siapa bilang? Kalo lu ga pacaran, gimana lu bisa deket dan tau sifat cewe lu? Lu ga bakalan tau itu semua kalo ngga pacaran.
P : Emang kalo lu pacaran, itu udah pasti kalo dia adalah pasangan hidup lu?
?? : hmmmmm... Belum tentu lah, kan dari pacaran itu kita nyari-nyari dulu mana yang pas dan cocok buat kita.
P : Etdah, udah kayak nyari baju aja lu pake nyari yang pas dan cocok segala.
?? : Ya emang harus gitu lah.
P : Terus kalo nanti lu udah dapet yang cocok, lu bakal langsung nikahin tuh?
?? : Ya nanti lah kalo gua udah punya penghasilan sendiri.
P : Lah?! emang sekarang lu pacaran pake uang siapa?
?? : Hmmmm.. Pake uang orangtua gua lah..
P : Lu ga kasihan sama orang tua lu yg nyari duit tuh?!
?? : emang knp? kan uangnya ga gua buat maksiat sama zina.
P : Yakin lu? Kalo kata Ustad Felix Siaw memang ga semua pacaran itu berujung zina, tapi zina itu berawal dari pacaran. Pegangan tangan, tatapan mata bahkan kalo cuma berdua, tinggal lu berdua sama Allah yang tau perbuatan lu. Dan lu tau sendiri kan kalo udah orang berlainan jenis berduaan yang ketiganya siapa?! Setan cuy.
?? : Etdah.. Setan mah ga keliatan.
P : Badung banget nih orang kalo dibilangin.. Setan mah emang ga keliatan, tapi setan bisa panas-panasin hawa nafsu lu.
?? : Nanti tinggal kipasin yeee..
P : Sakarepmulah.. Wes ta' kandani susah bener.. Cabut ah..
Ada ga yang kayak gini? Susah banget kalo dibilangin bener..
?? : Ya emang harus gitu lah.
P : Terus kalo nanti lu udah dapet yang cocok, lu bakal langsung nikahin tuh?
?? : Ya nanti lah kalo gua udah punya penghasilan sendiri.
P : Lah?! emang sekarang lu pacaran pake uang siapa?
?? : Hmmmm.. Pake uang orangtua gua lah..
P : Lu ga kasihan sama orang tua lu yg nyari duit tuh?!
?? : emang knp? kan uangnya ga gua buat maksiat sama zina.
P : Yakin lu? Kalo kata Ustad Felix Siaw memang ga semua pacaran itu berujung zina, tapi zina itu berawal dari pacaran. Pegangan tangan, tatapan mata bahkan kalo cuma berdua, tinggal lu berdua sama Allah yang tau perbuatan lu. Dan lu tau sendiri kan kalo udah orang berlainan jenis berduaan yang ketiganya siapa?! Setan cuy.
?? : Etdah.. Setan mah ga keliatan.
P : Badung banget nih orang kalo dibilangin.. Setan mah emang ga keliatan, tapi setan bisa panas-panasin hawa nafsu lu.
?? : Nanti tinggal kipasin yeee..
P : Sakarepmulah.. Wes ta' kandani susah bener.. Cabut ah..
Ada ga yang kayak gini? Susah banget kalo dibilangin bener..
Sebuah Nama Sebuah Cerita
Bismillahirrahmanirrahiim..
Assalamu'alaykum wr. wb.
Alhamdulillah kemaren lagi dapet topik pemikiran mengenai arti nama nih. Mangkanya saya mau coba sharing pemikiran mengenai topik ini buat temen-temen yang masih mempertimbangkan mengenai seberapa penting pemberian sebuah nama.
Beberapa dari kamu pasti pernah dengar pernyataan singkat William Shakespeare, “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.”
(Apalah arti sebuah nama? Andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi)
Benarkah nama tidak penting?
Mari kita perhatikan ayat berikut..
Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama semua benda, kemudian mengemukakannya kepada mereka yang diberikan kendali, lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" (al-Baqarah [2]: 31)
Andaikata nama tak berarti apa-apa, seperti anggapan Shakespeare, mungkin Allah tidak akan mengajarkan nama-nama kepada Adam. Bahkan, mungkin akan ada banyak nama yang tak peduli pada esensi. Shakespeare memang tidak keliru. Ia membuat perumpamaan sangat cerdas dengan menyatakan sekuntum mawar akan tetap berbau harum meskipun memakai nama lain. Shakespeare memang tidak sedang mempersoalkan arti sebuah nama. Ia sedang mengajak pembacanya merenungkan esensi, keaslian, atau hakikat sebuah materi, apapun namanya.
Lalu dengan pemberian nama kepada manusia. Setiap anak mempunyai hak untuk memiliki nama yang mengandung makna baik, terlebih jika kata-kata tersebut diambil dari Kitab Suci Al Qur'an. Misalkan saja Taufiq Hidayat, Hidayat Nur Wahid, Panji Hidayatullah. Nama-nama tersebut memiliki makna baik dan diharapkan tercermin pada kepribadian anaknya. Sementara William Shakespeare?? Apa ada arti yang terkandung dibalik namanya??
Sudahkah kamu mengetahui arti yang terkandung pada nama kamu?
Akan jadi orang tua yang durhaka jika memberikan nama yang tidak memiliki makna atau bahkan memberikan nama yang mengandung makna buruk. Karena pemberian nama yang baik merupakan hak untuk seorang anak dan juga do'a dari orang tua terhadap anaknya.
Beberapa orang tua masih memperhitungkan dari setiap nama yang dibuatnya. Perhitungan apa?? Saya juga kurang tau, tapi sepengetahuan saya pribadi sih itu hanya hitung-hitungan orang Jawa yang tidak ada unsur ghaib atau unsur musyriknya. (Wallahualam..)
Intinya, saat nama sudah diberikan kepada kamu, saat itulah kamu memulai pentas dunia dengan peran tersendiri. Setiap tarik dan hambusan nafas yang diberikan Ilahi akan ada cerita yang engkau tuangkan di dunia ini. Peran seperti apakah yang kamu lakoni saat ini? Bermanfaat atau malah membuat sesat?? Silahkan introspeksi diri anda..
Assalamu'alaykum wr. wb.
Alhamdulillah kemaren lagi dapet topik pemikiran mengenai arti nama nih. Mangkanya saya mau coba sharing pemikiran mengenai topik ini buat temen-temen yang masih mempertimbangkan mengenai seberapa penting pemberian sebuah nama.
Beberapa dari kamu pasti pernah dengar pernyataan singkat William Shakespeare, “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.”
(Apalah arti sebuah nama? Andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi)
Benarkah nama tidak penting?
Mari kita perhatikan ayat berikut..
Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama semua benda, kemudian mengemukakannya kepada mereka yang diberikan kendali, lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" (al-Baqarah [2]: 31)
Andaikata nama tak berarti apa-apa, seperti anggapan Shakespeare, mungkin Allah tidak akan mengajarkan nama-nama kepada Adam. Bahkan, mungkin akan ada banyak nama yang tak peduli pada esensi. Shakespeare memang tidak keliru. Ia membuat perumpamaan sangat cerdas dengan menyatakan sekuntum mawar akan tetap berbau harum meskipun memakai nama lain. Shakespeare memang tidak sedang mempersoalkan arti sebuah nama. Ia sedang mengajak pembacanya merenungkan esensi, keaslian, atau hakikat sebuah materi, apapun namanya.
Lalu dengan pemberian nama kepada manusia. Setiap anak mempunyai hak untuk memiliki nama yang mengandung makna baik, terlebih jika kata-kata tersebut diambil dari Kitab Suci Al Qur'an. Misalkan saja Taufiq Hidayat, Hidayat Nur Wahid, Panji Hidayatullah. Nama-nama tersebut memiliki makna baik dan diharapkan tercermin pada kepribadian anaknya. Sementara William Shakespeare?? Apa ada arti yang terkandung dibalik namanya??
Sudahkah kamu mengetahui arti yang terkandung pada nama kamu?
Akan jadi orang tua yang durhaka jika memberikan nama yang tidak memiliki makna atau bahkan memberikan nama yang mengandung makna buruk. Karena pemberian nama yang baik merupakan hak untuk seorang anak dan juga do'a dari orang tua terhadap anaknya.
Beberapa orang tua masih memperhitungkan dari setiap nama yang dibuatnya. Perhitungan apa?? Saya juga kurang tau, tapi sepengetahuan saya pribadi sih itu hanya hitung-hitungan orang Jawa yang tidak ada unsur ghaib atau unsur musyriknya. (Wallahualam..)
Intinya, saat nama sudah diberikan kepada kamu, saat itulah kamu memulai pentas dunia dengan peran tersendiri. Setiap tarik dan hambusan nafas yang diberikan Ilahi akan ada cerita yang engkau tuangkan di dunia ini. Peran seperti apakah yang kamu lakoni saat ini? Bermanfaat atau malah membuat sesat?? Silahkan introspeksi diri anda..
Langganan:
Postingan (Atom)

